Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat dalam Terang Teologi Moral Thomas Aquinas: Analisis Sumber-Sumber Moralitas dan Implikasi Pastoralnya

Authors

  • Alfonsius Yoga Pratama STAKAT Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.58374/sepakat.v12i2.524

Keywords:

actus humanus, catholic moral theology, ecological sin, forest fires, Thomas Aquinas

Abstract

This study evaluates the phenomenon of forest and land fires (karhutla) in West Kalimantan from the perspective of Catholic Moral Theology using Thomas Aquinas' framework of actus humanus in Summa Theologiae. This study employs a qualitative descriptive-analytical method based on document and literature studies focusing on the three sources of moral action (fontes moralitatis): obiectum, finis, and circumstantiae. Empirical data from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of West Kalimantan for January–August 2026 recorded 38,310.86 hectares of burned land concentrated in peatlands and plantation concessions. Departing from previous studies that predominantly utilized the general integral ecology framework of Laudato Si’, this study offers academic novelty by systematically applying Aquinas' classical moral evaluation tools to large-scale land management practices. The analysis reveals that uncontrolled land burning constitutes a morally defective obiectum, driven by a finis of capital efficiency leading to avaritia (greed), and aggravated by circumstantiae of public health crises (acute respiratory infections) and ecosystem destruction. Based on the principle bonum ex integra causa, malum ex quocumque defectu, corporate land burning actions can be qualified as ecological sins and manifestations of structural sin when fulfilling the criteria of full knowledge and deliberate choice. As practical implications, this study recommends establishing an ecological pastoral care supported by integrated Church institutional data management and strengthening ecological conversion catechesis at the parish level.

References

Aquinas, T. (1947). Summa Theologiae. (Fathers of the English Dominican Province, Trans.). New York: Benziger Brothers.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat. (2026). Rekapitulasi luasan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat periode Januari–Agustus 2026. BPBD Provinsi Kalimantan Barat.

Center of Economic and Law Studies (CELIOS). (2026). Laporan kajian dampak ekonomi dan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. CELIOS Press.

Fransiskus, P. (2015). Ensiklik Laudato Si': Perawatan Rumah Kita Bersama. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Fransiskus, P. (2020). Seruan Apostolik Querida Amazonia. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Gaveau, D. L., Locatelli, B., Salim, M. A., Yaen, H., Pacheco, P., & Sheil, D. (2021). Rise and fall of forest loss and industrial plantations in Indonesia.

Kurniawaty, E., Andi, Langi', L. R., Tanggulungan, A., & Sari, Y. T. (2024). Teologi penciptaan dan tanggung jawab lingkungan: Pendekatan Kristen terhadap krisis ekologis. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 2(5), 1494–1505.

KWI (Komisi Hubungan Antagama dan Kepercayaan). (2021). Gereja dan Panggilan Merawat Bumi Raya. Jakarta: Obor.

Masut, O. (2021). Pertobatan Ekologis Menurut Ensiklik Laudato Si Dalam Menanggapi Persoalan Kerusakan Hutan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jurnal Reinha, 12(2), 2-16. https://doi.org/10.56358/ejr.v12i2.84

Ngabalin, M. (2020). Ekoteologi: Tinjauan teologi terhadap keselamatan lingkungan hidup. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 1(2), 118–134.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara.

Sipongi Kemenhut. (2026). Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Indonesia Tahun 2026. Jakarta: Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Toisuta, J. S., & Benyamin, Y. (2026). Etika Kristen sebagai respons teologis terhadap kerusakan lingkungan hidup. Kaleo: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristen, 2(1), 49-63.

WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). (2026). WALHI Desak Evaluasi Konsesi Cegah Karhutla di Kalbar. Jakarta: WALHI Eksekutif Nasional. Diakses dari https://kalbar.antaranews.com/berita/707945/walhi-desak-evaluasi-konsesi-cegah-karhutla-di-kalbar

World Health Organization (WHO). (2021). Health effects of vegetation fires and biomass smoke. WHO Guidelines Approved by the Guidelines Review Committee. WHO Press.

Yohanes Paulus II, P. (1984). Imbauan apostolik Reconciliatio et Paenitentia: Pengakuan dosa dan pertobatan dalam misi Gereja hari ini. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Yohanes Paulus II, P. (1987). Ensiklik Sollicitudo Rei Socialis: Keprihatinan sosial Gereja. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Yohanes Paulus II, P. (1993). Ensiklik Veritatis Splendor: Cahaya kebenaran. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Yovilangtus, R. (2023). Pertobatan Ekologis Perspektif Ensiklik Laudato Si Art. 216-218 Dalam Menanggapi Persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan Di Kabupaten Sanggau. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK), 23(1), 61-71. https://doi.org/10.34150/jpak.v23i1.401

Yuono, Y. R. (2019). Melawan etika lingkungan antroposentris melalui interpretasi teologi penciptaan sebagai landasan bagi pengelolaan-pelestarian lingkungan. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(1), 186-206. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.40

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Pratama, A. Y. (2026). Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat dalam Terang Teologi Moral Thomas Aquinas: Analisis Sumber-Sumber Moralitas dan Implikasi Pastoralnya. Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik, 12(2), 1–14. https://doi.org/10.58374/sepakat.v12i2.524